Selasa, 23 April 2013

Batik di Butik Baru Edbe


Setelah 10 tahun membuka Eddy Betty Haute Couture, tahun lalu Eddy Betty mewujudkan mimpinya untuk mencipta busana siap pakai, yaitu edbe (baca: e di bi). Edbe lalu menjadi lini kedua busana Eddy Betty. Dalam koleksi siap pakainya ini Eddy menciptakan pakaian yang cenderung basic dan klasik, tetapi cara pakainya terserah kepada kepribadian si konsumen.

Agar pelanggan lebih mudah mendapatkan koleksi edbe, Eddy membuka butik barunya di jalan Gunawarman 30, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2011) lalu. Selain untuk lebih mendekatkan karyanya pada konsumen, hadirnya butik edbe merupakan langkah Eddy untuk memantapkan nama yang telah dirintisnya selama ini.

Butik yang menempati ruang seluas 125 m persegi ini, memiliki konsep tata ruang bergaya alami dengan mengekspos banyak unsur kayu dan batu bata, termasuk dua pohon kayu artistik di tengah ruang. Penataan ruang ini disesuaikan dengan filosofi rancangan edbe yang bergaya asiatis, unik, dan banyak memakai kain tradisional batik.

Selain memperkenalkan butik baru, sore itu Eddy juga memamerkan lebih dari 30 potong koleksi barunya. Konsepnya tetap sebagai busana siap pakai kreatif (pret à porter creative) yang kasual, rileks, longgar, bervolume, bergaya resor, melanggar aturan, memiliki sentuhan Asia (terutama gaya Jepang), dengan padu padan kuat untuk mencipta gaya pribadi yang khas dan muda. Eddy menegaskan, edbe tidak memfokuskan koleksi busananya berdasarkan usia, melainkan gaya pribadi pemakainya.

Meskipun koleksi edbe bersifat komersil, namun Eddy tetap menunjukkan idealismenya untuk mempopulerkan kain tradisional pada kaum muda. Satu segmen yang menarik perhatian saat itu adalah koleksi busana batik yang banyak menonjolkan motif serangga. Kesan konservatif pada batik langsung pudar begitu melihat koleksinya.

Rancangan Eddy untuk atasan maupun gaunnya banyak mengandalkan teknik draping (gantung atau tumpuk), gather (ikat), dan smocking (kerut). Koleksi gaunnya menampakkan gaya asimetris, dengan aksen berupa pita dan kantong yang longgar. Penempatan kantongnya pun tergolong tidak lazim, seperti pada sisi kiri-kanan perut. Tabrak motif menjadi permainan yang seru di sini, termasuk dengan memadukan atasan dan celana pensil dari bahan batik.

Mengamati satu demi satu koleksinya, konsumen akan mendapat kesan bahwa rancangan Eddy memang sangat muda dan segar. Anda juga bisa membayangkan rancangannya dikenakan di acara-acara fashion, dimana semua orang berlomba ingin membuat statement dengan pilihan busananya.

Di samping menampilkan koleksi busana edbe, bagian lain dari butik ini juga digunakan untuk memajang koleksi aksesori dan lighting dari Rinaldy A Yunardi. Rinaldy yang sebelumnya lebih banyak menciptakan rancangan pesanan dengan harga eksklusif, kali ini memamerkan aksesori siap pakai untuk koleksi sekunder bermerek R.A.Y. Ia juga menampilkan koleksi aksesori ruang, yaitu lampu bernuansa karya seni. Kreasi terbarunya yang dihadirkan di sini adalah cermin dinding, yang banyak dicari oleh pasangan pengantin baru.

Bila Anda berminat, koleksi edbe bisa Anda peroleh dengan harga mulai Rp 800.000. Sedangkan koleksi R.A.Y bisa didapatkan dengan harga mulai Rp 1.000.000, dan lampu mulai Rp 3.000.000. Silakan kunjungi butik edbe dan R.A.Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar